Umroh Bukan Cuma untuk Orang Tua: Cerita Gen Z yang Mulai ‘Hijrah’ ke Tanah Suci

Gen Z dan Umroh: Antara Digital Lifestyle dan Spiritual Journey

“Berapa sih biaya umroh sekarang?” tanya Dinda, 24 tahun, sambil membuka aplikasi di ponselnya. Bukan untuk mencari tiket konser atau promo skincare — tapi paket umroh!

Generasi Z, yang dikenal sebagai anak digital, ternyata sedang mengalami pergeseran besar dalam hal spiritualitas. Mereka mulai melirik umroh bukan sekadar ibadah tahunan orang tua, tapi bagian dari life goal dan healing journey versi halal. Cerita ini bukan tentang angka semata, tapi tentang bagaimana generasi muda menemukan makna baru dari perjalanan spiritual di Tanah Suci.

Dari Feed Instagram ke Panggilan Hati

Semuanya bermula ketika Dinda melihat video pendek tentang Makkah di TikTok. Suara adzan, jutaan orang tawaf, dan caption “Hidup ini cuma sementara, yuk ke Baitullah” langsung membuatnya merinding. Ia mulai menabung, belajar doa-doa umroh, hingga mencari komunitas Gen Z Muslim yang sudah lebih dulu berangkat.

“Awalnya cuma iseng lihat video travel, eh malah jadi motivasi hidup,” katanya sambil tertawa kecil.

Begitulah gaya Gen Z: apa pun bisa jadi inspirasi, asal menyentuh hati. Mereka belajar tentang makna ikhlas dan taubat lewat konten digital, tapi juga berani melangkah nyata dengan tekad untuk berangkat.

Umroh Versi Digital: Semua Bisa dari Genggaman

Tak seperti generasi sebelumnya yang harus datang ke agen travel, anak-anak Gen Z lebih memilih melakukan semuanya lewat smartphone. Mulai dari membandingkan paket jual visa umroh mandiri, memilih jadwal keberangkatan, hingga memantau jadwal manasik — semuanya bisa dilakukan online.

Ada yang bahkan membuat vlog perjalanan umroh lengkap dengan tips outfit, review hotel, sampai kuliner halal di Madinah. Ini bukan sekadar gaya hidup pamer, tapi cara mereka mendokumentasikan perjalanan spiritual yang penuh makna.

Bagi mereka, berbagi cerita bukan berarti kehilangan keikhlasan — justru menjadi cara menyebarkan semangat hijrah dan inspirasi kebaikan bagi teman-teman seusia.

Gaya Baru: Umroh dengan “Personal Touch”

Gen Z tidak ingin perjalanan spiritual mereka terasa kaku. Mereka menginginkan pengalaman yang relatable, nyaman, dan penuh kesan pribadi. Beberapa memilih custom trip dengan itinerary yang lebih fleksibel, bahkan ada yang memilih program umroh sambil remote working dari hotel di Makkah.

“Bisa kerja sambil ibadah itu luar biasa banget. Pagi zoom meeting, malam bisa ke Masjidil Haram,” cerita Farhan, freelancer desain grafis yang baru pulang dari Madinah.

Inilah bukti bahwa konsep ibadah di era digital tak lagi sekadar ritual, tapi juga gaya hidup penuh makna — menggabungkan karier, teknologi, dan spiritualitas.


Konten, Dakwah, dan Keberkahan yang Menular

Kehadiran konten Gen Z yang menampilkan suasana umroh juga menjadi bentuk dakwah masa kini. Banyak yang tadinya hanya ingin jalan-jalan, akhirnya ikut tergerak karena video atau tulisan yang jujur dari hati.

“Pas liat orang seumuran aku nangis di depan Ka’bah, aku sadar… mungkin aku juga harus segera berangkat,” ujar Sarah, mahasiswa tingkat akhir yang sedang menabung.

Dakwah kini bukan cuma di mimbar, tapi juga di For You Page dan Explore Instagram. Dan itu semua dimotori oleh generasi yang dulu dianggap terlalu sibuk dengan dunia digital.

Dari Hasrat Duniawi ke Cinta Ilahi

Ketika akhirnya mereka menapakkan kaki di Tanah Suci, segalanya berubah. Semua kehebohan dunia maya terasa kecil dibanding rasa damai saat sujud di depan Ka’bah. Gen Z belajar bahwa meski dunia serba cepat, kedamaian sejati hanya datang dari kedekatan dengan Allah سبحانه وتعالى.

Mereka menangis, berdoa, dan merenung — bahwa perjalanan spiritual ini bukan tentang trending topic, tapi tentang menemukan diri sendiri.

Tren yang Akan Terus Berkembang

Dengan meningkatnya akses informasi, kemudahan teknologi, dan fleksibilitas keuangan, tren umroh di kalangan Gen Z diprediksi akan terus naik. Banyak dari mereka yang kini membuat tabungan umroh sejak awal bekerja, bahkan menjadikan ibadah ini sebagai target tahunan layaknya self-development retreat.

Mereka tidak hanya menyiapkan dana dan mental, tapi juga niat tulus untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah pulang nanti.

Dan di akhir cerita ini, Dinda menatap langit Makkah sambil berbisik, “Ternyata, semua yang aku cari di dunia… ada di sujudku.”
Begitulah Gen Z — modern, ambisius, tapi tetap haus akan makna spiritual.

Penutup: Saat Gen Z Menjadi Inspirasi

Tren umroh di kalangan Gen Z bukan sekadar angka statistik, tapi tanda bahwa spiritualitas tidak pernah mati, hanya berganti bentuk. Dengan kemudahan digital dan semangat berbagi, mereka membuktikan bahwa ibadah bisa tetap relevan dan keren di era modern.

Jadi, apakah kamu sudah siap memulai langkah pertamamu? Yuk, mulai rencanakan perjalananmu dan cari tahu biaya umroh sesuai budget dan gaya hidupmu.

Dan kalau kamu ingin perjalanan yang lebih fleksibel dan personal, jangan lupa juga cek info tentang jual visa umroh mandiri yang kini banyak diminati generasi muda seperti kamu — karena ibadah sejati selalu dimulai dari niat dan langkah pertama. 🌙✨

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started